Buset! Inilah Sejarah Pembalap F1 di Asia

Rio Haryanto yang akan segera mulai dengan debutnya di balapan sebenarnya dalam Formula 1 seri pertama. Dimana ajang tersebut akan berlangsung di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Austalia pada tanggal 20 Maret ini. Pembalap muda tersebut merupakan pembalap kebangsaan Indonesia untuk pertama kalinya dalam pertarungan balapan bergengsi di dunia.

Aksi Rio Haryanto dalam ajang pentas Formula 1 itu memang pantas mendapatkan sebuah penghargaan. Wajar saja, karena pembalap muda itu tidak begitu mudah untuk bisa masuk ke dalam Formula 1. Pembalap yang dilahirkan di kota Solo itu terlebih dahulu harus sekolah di GP2 selama empat musim bersama beberapa tim yang berbeda. Dan hal itu pun membuktikan, bahwa Rio Haryanto merubah nasibnya ketika dia membela Campos Racing di musim lalu Gp2.

Seperti yang diketahui, untuk bisa masuk kedalam ajang Formula 1, pembalap Indonesia atau juga di Asia sangatlah jarang. Tetapi, sebelum nama Rio Haryanto muncul terdapat beberapa pembalap Asia yang mengukir namanya dalam sejarah F1. Meski karirnya tidak begitu gemilang, namun patut diacukan jempol bagi pembalap-pembalap Asia ini yang mampu menembus kejuaraan F1.

Berikut Pembalap Asia F1 Sebelum Rio Haryanto

Narain Kartikeyan

  • Narain Karthikeyan

Sama seperti halnya Rio Haryanto, pembalap india yang bernama Narain Karthikeyan ini mengukir namanya dalam sejarah bagi negaranya yang masuk pertama kali di F1. Pembalap kelahiran Coimbatore itu menjalani debutnya bersama Jordan di tahun 2005. Meski dia hanya satu musim di Jordan yang berganti atas kepemilikan, lalu Karthikeyan pindah ke tim Williams di tahun 2006 akan tetapi hanya sebagai pembalap penguji. Karirnya pun tidak ada peningkatan sejak itu.

Sampai dengan 2011, Karthikeyan pun akhirnya diberikan sebuah penawaran dari HRT. Dia pun gagal memberikan kontribusinya kepada tim tersebut dan harus diganti dengan Daniel Ricciardo, terkecuali F1 di India. Namun, di musim selanjutnya Kartikeyan masih mengikuti balapan di tim HRT, meski dia tidak menghasilkan poin. Penampilan terbaiknya di F1 yaitu ketika di Indianapolis di tahun 2005. Tetapi hal tersebut bukan karena dia hebat, tetapi leniah ke masalah pada ban Michelin.

Anehnya, tim Force India saat ini berkibar, akan tetapi pembalap India itu tidak lagi muncul.

Satoru Nakajima

  • Satoru Nakajima

Pembalap berdarah Jepang ini, merupakan kelahiran pada tahun 1953 disebut juga dengan pertama kalinya pembalap Asia yang berada di kejuaraan F1. Pada debutnya di tahun 1987, Nakajima berada satu tim bersama pembalap legendaris yaitu Ayrton Senna di tim Lotus. Yang sebelumnya, Nakajima yang mendapatkan tawaran dengan William untuk menggantikan Nigel Mansell. Akan tetapi, kerjasama antara William dan Honda harus mengalami kegagalan di tahun 1986.

Selama dia berkarir di tiga musim dengan Lotus, Nakajima berganti tim Tyrrell, dimana dia balapan sampai penisun di tahun 1991. Nakajima bisa dikatakan telat untuk masuk ke dunia balapan F1, ketika itu debutny bersama Lotus di usia 34 tahun. Tetapi, dia selalu memberikan musimnya dengan poin. Meski sang pembalap tidak pernah berada di podium selama 74 kali selama di F1. Dia pun memiliki prestasi terbaiknya di posisi ke empat di Siverstone tahun 1987 dan pada tahun 1989 di Adelaide Street Cicuit.

Aguri Suzuki

  • Aguri Suzuki

Dia merupakan seorang pembalap tersukses yang mencatatkan namanya di Asia. Dimana pembalap kebangsaan Jepang itu cukup baik dalam ajang F1 sejak tahun 1988 sampai dengan 1995. Selama karirnya, dia telah bergabung dengan lima tim yang berdeda seperti Larrouse, Zakspeed, Footwork, Jordan dan terakhir Ligier. Dan dia pun memiliki prestasi terbaiknya, saat berada di podium di balapan sirkuit Suzuka di tahun 1990.

Tampil gemilangnya sang pembalap tersebut, ditutup dengan insiden pada tikungan pertama antara Ayrton Senna dan Alain Prost. Kala itu, keduanya tengah bersaing dalam gelar juara F1.