Pembalap MotoGP Ini Meninggal Dunia di Sirkuit

Dalam kompetisi balapan di MotoGP ataupun Moto2 adalah sebuah sajian yang begitu seru untuk ditonton. Dengan kuda besi yang memiliki kecepatan tinggi, para pembalap terus menggas motor mereka untuk bisa mendahului satu sama lain di dalam sirkuit dan ingin menjadi terdepan. Meski para pembalap telah dilengkapi dengan beragam alat keselamatan, namun resiko cedera atau nyawa melayang di sirkuit dapat terjadi.

Contohnya, Luis Salom yang merupakan pembalaa masa kini yang meninggal dunia di dalam ajang balapan MotoGP ketika balapan bergengsi dunia. Pembalap yang tampil di kelas Moto2 kebangsaan Spanyol itu dikabarkan meninggal dunia ketika mengikuti sesi latihan bebas dalam Sirkuit Catalunya.

Siapa yang tahu, kejadian tersebut akan terjadi di saat sesi latihan ataupun ajang balapan. Para pembalap yang ingin tampil terbaik untuk timnya dan karirnya sebagai pencinta balapan dan otomotif. Meski olahraga balapan MotoGP ini merupakan salah satu olahraga yang berbahaya. Mentalitas pembalap akan diuji dalam ajang ini, untuk bisa menghilangkan rasa takut untuk bisa melaju dengan kecepatan tinggi sampai ratusan meter perjam.

Pembalap MotoGP

Resiko Sebagai Pembalap MotoGP

Nyaris di setiap pekannya lomba yang berdurasi hampir satu jam lebih ini. Dimana para pembalap mengendarai motornya dengan berat dua kali lipat dari tubuhnya sendiri. Karena semua itulah yang dilakukan bagi pembalap MotoGP yang melintasi sirkuit untuk mendapatkan gelar juara dunia. Namun, ada banyak hal yang selama ini belum diketahui oleh publik mengenai pembalap di MotoGP.

Hal terpenting sebagai pembalap MotoGP:

  • Pembalap MotoGP terus melaju bersama motornya dengan kecepatan tinggi selama kompetisi

Mungkin anda harus membayankan sendiri untuk bisa menjadi pembalap dibutuhkan konsentrasi yang penuh untuk bisa mengendalikan kuda besinya dengan kecepatan tinggi. Dimana pembalap harus bisa mencapai diangka maksimal untuk kecepatan tertinggi mereka bersama motornya.

  • Pembalap akan merasakan dehidrasi selama balapan

Anda tidak semestinya berpikir untuk menjadi pembalap MotoGP itu mudah. Secara teknis motor merupakan alat, sedangkan kekuatan fisik dari pembalapnya, hal itu merupakan faktor terpenting.

  • Pakaian khusus bagi pembalap

Dalam hal ini, pakaian balap pun tidak kalah penting. Tidak dari segi tampilan yang menarik dan warna mencolok, namun pakaian yang di desain untuk melindungi dan memberikan kenyaman bagi pembalap.

Inilah Pembalap MotoGP Yang Meninggal Ketika Balapan di Srkuit

Untuk bisa menjadi pembalap MotoGP, tentunya harus memiliki nyali yang tangguh untuk bisa mengendalikan kuda besi yang beratnya dua kali lipat dari pembalap tersebut. Dengan memiliki resiko sebagai pembalap, dimana mereka akan berhadapan dengan pesaing pembalap lainnya dan juga aspal yang panas. Terjatuh dari motor atau meninggal dunia di sirkuit, semua hal itu akan terjadi kapanpun.

  • Marco Simoncelli

Marco Simoncelli

Balapan MotoGP 2011, Marco Simoncelli mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya di sirkuit Sepang, Malaysia. Kejadiannya saat itu, pembalap yang dikenal bengal tersebut, sedang bersaing dengan Alvaro Bautista, namun Alvaro mampu melewati tikungan, sedangkan Simonceli terjatuh dengan motor Honda yang dikendarainya.

  • Luis Salom

Luis Salom

Ketika mengikuti sesi latihan bebas, Luis Salom mengalami kecelakaan hebat sektika dia meninggal di Sirkuit Catalunya. Pembalap dari SAG Racing Team itu tidak bisa mengendalikan kuda besinya ketika berada di tikungan 12.

  • Daijiro Kato

Daijiro Kato

Pembalap satu ini, meninggal dunia saat mengalami kecelakaan balapan MotoGP dalam Sirkuit Suzuka, Jepang.

  • Shoya Tomizawa

Shoya Tomizawa

Pembalap asal Jepang ini pun, juga mengalami kecelakaan yang sangat fatal di ajang balap Moto2. Shoya yang merupakan pembalap termuda di usia 19 tahun harus tutup usia dalam balapan Moto2 di Sirkuit Misano, San Marino.

  • Michel Frutschi

Michel Frutschi

Tahun 1979 merupakan masa kejayaan bagi pembalap Michel Frutschi di ajang balapan motor. Di saat itu, dia berada di peringkat kelima untuk pertama kalinya dalam kejuaraan balapan motor di kelas 350 cc. Empat tahun kemudian, pembalap kewarganegaan Jenewa, yang mengalami kecelakaan sangat tragis di Sirkuit Le Mans.

Ini Fungsi Punuk di Baju Pembalap MotoGP

Dalam kompetisi balapan MotoGP atau Moto2 adalah sebuah tontonan yang sangat seru untuk disaksikan bagi pecinta balapan dan otomotif. Dengan aksi saling seling yang tidak jarang bagi pembalap MotoGP dapat tergelincir, yang mana sebagai balapan bergengsi itu untuk roda dua. Hal itu pun lantas menjadikan sebuah pertimbangan bagi keselamtan si pemabalap dengan campur tangan para ahli.

Dengan adanya perlengkapan untuk pembalap berkelas dunia, tentu dibuat dengan sebaik mungkin dan spesial agar mencegah dari cedera. Maka dari itu, teknologi semacam apa yang terdapat di dalam pakain pembalap tersebut? Menurut sebuah kabar yang mengatakan semua racing suit yang akan dipakai oleh pembalap dibuat dengan bahan yang berkualitas baik dan teknologi masa kini, serta perlindungannya pun sudah ditingkat tertinggi.

Jeremy Appleton dari Alpinestars telah memberikan penjelasan mengenai berat keseluruhan dari racing suit itu, sekitar 4,5 kg. Dimana bahan tersebut digunakan dari kulit sapi ataupun kanguru, yang memiliki ukuran berbeda dari tiap pembalap di pra musim. Dan baju pelindung yang dikenakan pembalap pun memiliki ketebalan diantara 1,2-1,4 mm.

Bagian yang berada di punuk baju tersebut terbuat dari serat kevlar, yang fungsinya untuk dengan efektif sebagai penahan helm jika terjadi kecelakaan. Bagian ini pun juga berguna untuk mikroprosesor yang bisa mengatur sirkulasi pendingin racing suit tersebut. Dan bisa digunakan sebagai cadangan air minum bagi pembalap yang tengah balapan di dalam sirkuit.

baju pembalap
baju yang dipakai saat balapan di motogp

Fungsi Ini Ternyata Untuk Minum

Fungsu bagian punuk pada baju pembalap tidak hanya sekedar sebagai penyangga helm atau kepala ketika terjatuh dalam sebuah kecelakaan. Ataupun sebagai rangkaian yang mengatur sirkulasi air pending racing suit, dan terdapat cadangan air untuk minum pembalap agar tidah dehidrasi saat mengikuti balapan. Dengan adanya elektronik air bag merupakan sebagai pelindung tubuh bagi pembalap yang terdapat kantung udara dalam menghindari cedera parah.

Untuk mengontrol air bag yang terletak di bagian punuk pun memiliki teknologi tinggi yang mampu mendeteksi kondisi berbahya disaat terjatuh. Dengan diberikannya sinyal yang banyak sensor tempelkannya di beberapa posisi tubuh pembalap yang fungsi untuk memprediksi dalam situasi yang berbahaya.  Dengan adanya semua itu, maka di atas mikrokontoler dapat memberikan keputusan yang tepat, kapan air bag akan mengembang yang berfungsi mengurangi resiko cedera parah pada pembalap.

Cara kerja air bag, akan mengembang sekitar 4 sampai 5 cm jika pembalap jatuh, maka sensor punuk akan berfungsi. Dan yang terakhir adalah aliran udara, jika kita melihatnya lebih dekat maka racing suit tampak bolong. Dengan begitu, pembalap pun akan mengendarai kuda besi super cepatnya dengan merasa nyaman dalam ajang balapan MotoGP.

iannone lorenzo crash
kedua pembalap saling benturan

Ini Dia Akibat Kekurangan Minum

Jika seseorang kurang minum air putih maka kesehatan pada tubuhnya pun berdampak pada pencernaan dan hal yang penting adalah ginjal. Maka dari itu, agar manusia bisa bertahan hidup, maka dibutuhkan makanan dan minuman yang dijadikan bahan bakar untuk bisa menjalani aktivitasnya dalam sehari-hari. Apabila seseorang yang mengalami kekurangan minum maka dapat memiliki resiko yang sangat bahaya.

Berikut Bahaya Kurang Minum Air Putih:

  • Kurangnya Garan dan Cairan di Dalam Tubuh
  • Terkena Dehidrasi
  • Bisa Menimbulkan Beberapa Penyakit Sampai Dengan Kematian
  • Dapat Mengganggu Fungsi Otak
  • Lapisan Perut Menjadi Rusak
  • Terkena Radang Sendi
  • Tekanan Darah Tinggi
  • Buruk Bagi Kulit
  • Masakah di Ginjal
  • Infeksi Kandung Kemih
  • Tambahnya Berat Badan