Kamu Harus Tau! Sejarah Olahraga Dalam Cina Kuno dan Indonesia

Olahraga sudah dikenal di Cina yang di perkirakan sejak 2500 BC, sebelum masehi. Dimana olahraga yang melatih jasmani, pertama kalinya untuk para kaum militer, prajurit perang di saat itu. Yang mana mereka harus ahli dalam mengendarai kuda, berenang, memanah dan berjalan dengan jarak tempuh yang jauh untuk bisa ketempat perang.

Pada jaman Dinasti Chu di 1115 BC ‘College Of The East’. Dimana Dinasti Chu, yang awalnya mempelajari salah satu mengendarai kereta perang bagi pemuda di usia 15 tahun. Yang mana pada jaman Dinasti chu pun terus berkembang dalam bidang budaya, salah satunya dikenal sebagai ‘Yishi 3 Tian”.¬†

Arti dari semua itu adalah upacara selama 3 hari, dimana sang ayah harus memanah ke 3 arah dalam kelahiran seorang bayi. Dengan memanah pertamanya ke arah langit, dan kedua diarahkan ke bumi serta terkahir memanah ke arah mata angin. Tentunya dalam proses upcara tersebut harus dibutuhkan belajar memanah dan juga di era pemerintahan dinasti Chu banyaknya pemanah handal.

Begitu pun juga sepak bola yang sudah dimainkan sejak 7000 BC.  Tetapi ahli dunia sepak bola dan juga sejarawan menyatakan jika sepak bola dilahirkan di Inggris di abad 19. Namun dengan adanya catatan tertua mengenai sepak bola sudah berada di Cina pada Dinasti Tsin 260 BC, diyakini permainan ini telah dimainkan turun temurun sejak 5000 tahun sebelumnya.

olahraga jogging
kedua orang sedang berlari

Pengaruh Dalam Kegiatan Olahraga di Indonesia

Berbicara sejarah dan juga perkembangan dunia olahraga di Indonesia, maka dengan begitu kita akan membahas lebih dalam. Masyarakat di tanah air pun yang tidak sekedar mempengaruhi pikiran dan kemampuan dari tiap individu , termasuk juga berpengaruh dengan zaman. Dengan berolahraga, tentunya diberikan kesempatan yang terbilang baik untuk dapat mengelaurkan tenaga yang berada di dalam lingkungan.

Dengan begitu dapat terjalin persaudaraan dan persahabatan untuk menjadi satu yaitu kesehatan dan juga akrab dan gembira. Namun saat ini, kita tengah berhadapan dengan kubu yang kuat baik berupa alam pikiran, tradisi, sikap hidup dan kebiasaan yang ditinggalkan masa penjajahan. Yang terkadang kubu-kubu tersebut tidak bisa kita lihat, namun dapat dirasakan. Hal itu, karena tersembunyi di diri manusia itu sendiri.

Oleh karena itu, seharusnya kita gali lebih dalam ke alam pikiran dan menyikapi seseorang untuk bisa memberikan bantuan kepada seseorang, agar membuang bekas penjajahan. Adanya cara seperti itu, pikiran yang masih bersarang pada dirinya akan sadar mambantu gerakan olahraga. Dengan begitulah, prestasi dapat memberikan peranana dan menjadi faktor yang tidak dipisahkan di kehidupan manusia.

olimpiade

Sejarah Olympic Games, Olympiade Kuno

Olahraga Olympiade pertama kalinya berlangsung pada tahun 776 SM, yang merupakan bentuk penghormatan bagi dewa Yunani, Zeus. Yang mana bertepatan di kota Olympia yang berada di dekat tepi sungai Alphecis yunani. Dimana Olympiade Kuno tersebut hanya dilakukan setiap 4 tahun sekali, yang mana pesertanya hanya dikhususkan bagi laki-laki.

Di tahun 394 SM Emperior yang berasal dari Roma Theodosius Akbar, ketika itu memiliki kekuasaan yang menghentikan dan melarang pertandingan-pertandingan di Olympiade Kuno. Pada bulan Juni di tahun 1894, sarjana dari Perancis yang memang dikenal sebagai ahli sejarah dan pendidikan, Barron Piere de Coubertin. Dia mengundang dan juga mengumpulan wakil dari berbagai negara untuk membentuk kembali Olympiade modern.

Hasil tersebut, di tanggal 23 Juni 1894 daru 15 negara itu pun memberikan keputusan untuk mengadakan Olympiade. Agenda untuk pertandingan di tiap olahraganya akan digelar setiap 4 tahun sekali, maka dari itu di tahun 1896 di Athena, Olympiade Modern pun kembali diadakan.