Parah! Sebatian Vettel Tolak Kontrak Tiga Tahun Dengan Ferrari

Sebastian Vettel sampai saat ini masih belum mendatangani kontrak baru yang diberikan dari Tim Scuderia Ferrari. Dimana kontrak sang pembalap kebangsaan Jerman itu, yang mengendarai Kuda Jingkrak kontraknya akan segera berahir di musim Formula 1 2017.  Tidak tahu apa alasan Vettel yang masih tidak menandatangani kontraknya tersebut.

Sebuah kabar dari media setempat, mengatakan bahwa pembalap yang kini memuncaki klasemen balapan Formula 1 2017, tidak menyetujui dengan kontrak barunya yang diberikan oleh Ferrari. Dimana di dalam kontrak tersebut sang pembalap diberikan selama tiga tahun. Namun, Vettel hanya menyetujui kontrak tersebut dengan satu tahun untuk bisa terbebas dalam menentukan pilihannya di tahun 2019.

sebastian vettel

“Semua itu benar, saya belum memberikan tanda tangan kontrak baru. Tetapi, yang ada di pikiran saya adalah bukan mengenai dokumen dari kontrak, hal itu hanya untuk membuat keyakinan saya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik,” ujar Vettel kepada media.

Vettel pun memberikan penegasan bahwa dia tidak ingin terburu-buru untuk memberikan tanda tangan kontrak barunya. Dia pun juga meyakini jika pihak Ferrari pun dalam posisi yang sama dengnnya.

“Saya rasa untuk bisa mendapatkan kontrak dengan baik bersama tim dan tentunya mereka akan mengabarkan saya. Maka, seperti apa yang sudah saya katakan, semua itu tidak ada masalah dan juga tidak ada yang salah,” ucapnya.

Sergio Marchionne selaku presiden Ferrari yang beberapa hari lalu, menyatakan dalam waktu dekat timnya akan memberikan tanda tangan mengenai kesepakatan terbaru bersama Vettel sampai dengan 2020. Yang mana dia akan segera memberitahukan pengumumannya di Grand Prix Italia pada awal September nanti. Dimana bertepatan dengan perpanjangan kontrak yang akan diterima oleh Kimi Raikkonen sampai 2018.

Alasan Sebastian Vettel Mengambil Kontrak Setahun Dengan Ferrari

Sebastian Vettela yang hingga saat ini masih belum memberikan tanda tangannya untuk kontrak terbaru yang tawari oleh Ferarri selama tiga tahun. Kemungkinana besar sang pembalap berkeinginan untuk menunggu sampai dengan rahun 2018, yang mana bertepatan dengan kontrak Lewis Hamilton di Mercedes.

Toto Wolff merupakan petinggi dari Mercedes masih belum mendapatkan kepastian mengenai masa depan Hamilton. Bahkan dirinya memberikan peluang untuk pembalap lainnya untuk bergabung bersama timnya. Sedangkan, sebelumnya presiden Ferrari yaitu Sergio Marchionne akan segera menyelasaikan mengenai kontrak yang diberikan kepada Vettel dengan waktu dekat.

Dengan hal itu membuat pihak Tim Scuderia Ferrari menjadi ragu kepada Vettel, dalam kontrak yang diberikannya tiga tahun. Sementara sang pembalap memiliki keinginan untuk mengambil satu tahun untuk melihat perkembangannya dalam mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Balapan Formila 1 akan semakin sengit, apabila akhirnya Ferrari dan Mercedes bertukaran pembalap.

sebastian-vettel-ferrari

Vettel Masih Belum Yakin Dengan Ferrari, Karena…

Sebastian Vettel telah menyatakan bahwa Ferrari telah mengetahui kelemahan di tim mereka. Dengan begitu, Ferrari pun sudah tahu cara dalam mengantisipasi kelemahannya agar berpeluang untuk meraih gelar juara di musim ini. Tim Scuderia Ferrari pun terus memberikan peningkatan mesin V6 pada musim ini, yang mana Ferrari telah memberikan ancaman kepada Mercedes dalam klasemen konstruktor. Saat ini Vettel telah menempati puncak klasemen Formula 1.

“Kami terus melakukan hal yang luar biasa di tiap balapan,” ucap Vettel.

Yang mana Ferrari telah merebut posisi pertama dalam dua seri balapan Grand Prix Hongaria. Yang sebelumnya seri balapan terakhir pada libur musim panal lalu. Dengan rekan setim Vettel, yaitu Kimi Raikkonen yang sukses berada di posisi kedua.

Buset! Inilah Sejarah Pembalap F1 di Asia

Rio Haryanto yang akan segera mulai dengan debutnya di balapan sebenarnya dalam Formula 1 seri pertama. Dimana ajang tersebut akan berlangsung di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Austalia pada tanggal 20 Maret ini. Pembalap muda tersebut merupakan pembalap kebangsaan Indonesia untuk pertama kalinya dalam pertarungan balapan bergengsi di dunia.

Aksi Rio Haryanto dalam ajang pentas Formula 1 itu memang pantas mendapatkan sebuah penghargaan. Wajar saja, karena pembalap muda itu tidak begitu mudah untuk bisa masuk ke dalam Formula 1. Pembalap yang dilahirkan di kota Solo itu terlebih dahulu harus sekolah di GP2 selama empat musim bersama beberapa tim yang berbeda. Dan hal itu pun membuktikan, bahwa Rio Haryanto merubah nasibnya ketika dia membela Campos Racing di musim lalu Gp2.

Seperti yang diketahui, untuk bisa masuk kedalam ajang Formula 1, pembalap Indonesia atau juga di Asia sangatlah jarang. Tetapi, sebelum nama Rio Haryanto muncul terdapat beberapa pembalap Asia yang mengukir namanya dalam sejarah F1. Meski karirnya tidak begitu gemilang, namun patut diacukan jempol bagi pembalap-pembalap Asia ini yang mampu menembus kejuaraan F1.

Berikut Pembalap Asia F1 Sebelum Rio Haryanto

Narain Kartikeyan

  • Narain Karthikeyan

Sama seperti halnya Rio Haryanto, pembalap india yang bernama Narain Karthikeyan ini mengukir namanya dalam sejarah bagi negaranya yang masuk pertama kali di F1. Pembalap kelahiran Coimbatore itu menjalani debutnya bersama Jordan di tahun 2005. Meski dia hanya satu musim di Jordan yang berganti atas kepemilikan, lalu Karthikeyan pindah ke tim Williams di tahun 2006 akan tetapi hanya sebagai pembalap penguji. Karirnya pun tidak ada peningkatan sejak itu.

Sampai dengan 2011, Karthikeyan pun akhirnya diberikan sebuah penawaran dari HRT. Dia pun gagal memberikan kontribusinya kepada tim tersebut dan harus diganti dengan Daniel Ricciardo, terkecuali F1 di India. Namun, di musim selanjutnya Kartikeyan masih mengikuti balapan di tim HRT, meski dia tidak menghasilkan poin. Penampilan terbaiknya di F1 yaitu ketika di Indianapolis di tahun 2005. Tetapi hal tersebut bukan karena dia hebat, tetapi leniah ke masalah pada ban Michelin.

Anehnya, tim Force India saat ini berkibar, akan tetapi pembalap India itu tidak lagi muncul.

Satoru Nakajima

  • Satoru Nakajima

Pembalap berdarah Jepang ini, merupakan kelahiran pada tahun 1953 disebut juga dengan pertama kalinya pembalap Asia yang berada di kejuaraan F1. Pada debutnya di tahun 1987, Nakajima berada satu tim bersama pembalap legendaris yaitu Ayrton Senna di tim Lotus. Yang sebelumnya, Nakajima yang mendapatkan tawaran dengan William untuk menggantikan Nigel Mansell. Akan tetapi, kerjasama antara William dan Honda harus mengalami kegagalan di tahun 1986.

Selama dia berkarir di tiga musim dengan Lotus, Nakajima berganti tim Tyrrell, dimana dia balapan sampai penisun di tahun 1991. Nakajima bisa dikatakan telat untuk masuk ke dunia balapan F1, ketika itu debutny bersama Lotus di usia 34 tahun. Tetapi, dia selalu memberikan musimnya dengan poin. Meski sang pembalap tidak pernah berada di podium selama 74 kali selama di F1. Dia pun memiliki prestasi terbaiknya di posisi ke empat di Siverstone tahun 1987 dan pada tahun 1989 di Adelaide Street Cicuit.

Aguri Suzuki

  • Aguri Suzuki

Dia merupakan seorang pembalap tersukses yang mencatatkan namanya di Asia. Dimana pembalap kebangsaan Jepang itu cukup baik dalam ajang F1 sejak tahun 1988 sampai dengan 1995. Selama karirnya, dia telah bergabung dengan lima tim yang berdeda seperti Larrouse, Zakspeed, Footwork, Jordan dan terakhir Ligier. Dan dia pun memiliki prestasi terbaiknya, saat berada di podium di balapan sirkuit Suzuka di tahun 1990.

Tampil gemilangnya sang pembalap tersebut, ditutup dengan insiden pada tikungan pertama antara Ayrton Senna dan Alain Prost. Kala itu, keduanya tengah bersaing dalam gelar juara F1.